Showing posts with label meiosis. Show all posts
Showing posts with label meiosis. Show all posts

Saturday, November 12, 2011

Spermatogenesis pada Hewan

Pada postingan kali ini, pelajaran biologi sma akan menyajikan materi tentang " Spermatogenesis pada Hewan".

Spermatogenesis merupakan proses pembentukan gamet ( gametogenesis ) yang berlangsung di dalam organ reproduksi hewan jantan yang bernama testis.
Dari proses ini, satu sel induk sperma ( spermatogonium yang bersifat diploid ( 2n ) ) akan menghasilkan 4 sel spermatozoa / sperma yang masing-masing bersifat haploid ( n ) yang siap membuahi sel telur ( ovum ). .
Bagaimana proses terbentuknya 4 buah sperma dari satu sel induk sperma ?

Prosesnya dimulai ketika di dalam bagian testis bernama tubulus seminiferus, sel-sel primordium ( diploid / 2n ) membelah secara mitosis berulangkali sehingga dihasilkan sel-sel spermatogonium ( 2n ).Sel spermatogonium selanjutnya akan membelah secara meiosis. Pada meiosis I setiap satu sel spermatogonium membentuk satu  spermatosit primer ( 2n ) yang selanjutnya akan membelah menjadi dua spermatosid sekunder ( n ). Pada meiosis II, setiap spermatosid sekunder membelah menjadi dua spermatid ( n ), setelah itu masing-masing spermatid akan tumbuh menjadi sel spermatozoa ( sperma haploid / n  ).
Untuk lebih jelasnya, perhatikan bagan spermatogenesis berikut ini !


Dimisalkan, sel induk sperma / spermatogonium memiliki dua pasang kromosom ( 4 buah kromosom ). Pada akhir spermatogenesis, dari 1 buah sel induk sperma ( diploid ) dengan jumlah kromosom 4 buah / 2 pasang akan terbentuk 4 buah spermatozoa haploid ( jumlah kromosom 2 buah ).

Demikian pelajaran biologi smakali ini. Bila ada pertanyaan , usulan , masukan, koreksi. Silahkan tuliskan di kolom komentar di bawah ini.
Terimakasih.

Thursday, November 4, 2010

PERBEDAAN MITOSIS DENGAN MEIOSIS


Bagan perbandingan antara mitosis dengan meiosis

Pada mahkluk hidup multiseluller ( bersel banyak ) dengan tipe sel eukariota terjadi dua macam pembelahan sel / reproduksi sel  yaitu mitosis dan meiosis. Keduanya merupakan pembelahan yang terjadi secara bertahap.
Meskipun demikian keduanya memiliki perbedaan.

Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain :
  1. Mitosis bertujuan untuk perbanyakan sel untuk proses pertumbuhan, sedangkan meiosis membentuk sel gamet ( pada hewan dan tumbuhan berbiji ) dan spora pada tumbuhan berspora dam brfungsi mengurangi jumlah kromosom agar keturunan mempunyai jumlah kromosom yang sama dari generasi ke generasi
  2. Mitosis terjadi di jaringan meristematis ( pd tumbuhan di ujung akar dan batang ),  sedangkan meiosis terjadi di dalam organ kelamin jantan dan betina
  3. Mitosis berlangsung melalui tahapan : profase-metafase-anafase dan telofase diselingi oleh interfase, sedangkan meiosis berlangsung melalui tahapan : profase I – metafase I – anafase I – telofase I – profase II – metafase II – anafase II – telofase II tanpa interfase
  4. Pada mitosis 1 sel induk mengalami satu kali pembelahan , sedangkan pada meiosis 1 sel induk mengalami dua kali pembelahan.
  5. Pada mitosis 1 sel induk akan menghasilkan 2 sel anak yang memiliki jumlah kromosom sama dengan jumlah kromosom sel induk, sedangkan pada meiosis 1 sel induk akan menghasilkan 4 sel anak dengan jumalh kromosom separuh dari jumlah kromosom sel induk
  6. Pada mitosis sel anak bersifat diploid ( 2n ), sedangkan pada meiosis sel anak bersifat haploid ( n ).
perhatikan tabel berikut !
            Tabel perbedaan mitosis dengan meiosis


No
Ditinjau dari
Metosis
Meiosis
1.
Yang melakukan
Sel-sel tubuh ( autosom ) seperti : sel otot polos, sel otot jantung, sel epitel usus, dll
Sel induk gamet ( jantan maupun betina )
2.
Tujuan
Untuk memperbanyak sel pada proses pertumbuhan
Untuk membentuk sel gamet [ jantan dan betina ] , fungsi reproduksi
3
Tahapan
Satu tahapan , yakni : profase-metafase-anafase-telofase
Dua tahapan, yakni :
Meiosis I : profase I – metaphase I – anaphase I – telofase I
Meiosis II : profase II – metaphase II – anaphase II – telofase II
4.
Hasil akhir
Dua sel anak yang identik dengan induknya, jumlah kromosom sama dengan  sel induknya
Empat sel anak yang tidak identik dengan induknya, jumlah kromosom separuh jumlah kromosom sel  induknya
5
Sifat sel anak
Diploid ( 2n )
haploid ( n )
6
Crossing over
Tidak terjadi
Bisa terjadi


sumber :
  • http://www.google.co.id/imgres?
  • http://uanipa2010.blogspot.com/2009

Tuesday, November 2, 2010

Tahap-tahap pembelahan Meiosis dan ciri-ciri

Seperti halnya mitosis, meiosis merupakan pembelahan sel secara tidak langsung melalui dua tahapan meiosis I dan meiosis II, tanpa melalui interfase.
Secara ringkas ciri-ciri setiap tahapan dalam meiosis I dan meiosis II seperti dijelaskan dalam bentuk table berikut.

Tabel Ciri-ciri tahapan dalam meiosis 1 dan meiosis 2
No
Tahapan
Sub tahap
Ciri-ciri utama
Ket
1
Meiosis 1
Profase I
·  Benang-benang kromatin menebal menjadi kromosom (= leptonema )
·  Setiap kromosom homolog ( bivalen ) bergandengan (=zigonema )
·  Tiap bagian kromosom homolog mengganda membentuk tetrad (=pakinema)
·  Kromatid dari setiap belahan kromosom memendek dan membesar (=diplonema )
·  Sentriol membelah dua, muncul benang gelendong, membrane inti dan nucleolus menghilang (=diakinesis )

Metaphase I
·  Setiap tetrad berada pada bidang metaphase/dataran metaphase

Anaphase I
·  Masing-masing tetrad memisahkan diri dari pasangannya, dan bergerak menuju kea rah dua kutub yang berlawanan

Telofase I
·  Masing-masing tetrad semakin mendekati kutub
·  Membrane sel dan nucleolus mulai dapat diindera
·  Terbentuk bidang pembelahan pada bagian tengah-tengah sel
·  Kromatid meregang membentuk benang-benang kromatin
·  Terbentuk 2 sel anak dengan jumlah kromosom sama dengan induknya

Tanpa adanya interfase, 2 sel anak yang terbentuk akan melanjutkan ke tahap
meiosis II.
2
Meiosis II
Profase II
·  Benang-benang kromatin menebal menjadi kromosom
·  Setiap kromosom homolog / bivalen bergandengan
·  Kromosom tidak mengganda
·  Sentriol membelah dua, muncul benang gelendong, membrane inti dan nucleolus menghilang

Metaphase II
·  Setiap pasangan kromosom homolog berada pada bidang metaphase/dataran metaphase

Anaphase II
·  Masing-masing kromosom memisahkan diri dari pasangannya, dan bergerak menuju kea rah dua kutub yang berlawanan

Telofase II
·  Masing-masing kromosom semakin mendekati kutub
·  Membrane sel dan nucleolus mulai dapat diindera
·  Terbentuk bidang pembelahan pada bagian tengah-tengah sel
·  kromosom meregang membentuk benang-benang kromatin
·  Terbentuk 4 sel anak dengan jumlah kromosom sama dengan induknya



sumber : http://t0.gstatic.com/images?