Wednesday, August 21, 2013

Obyek Biologi

Salah satu kekhasan biologi  sebagai ilmu adalah adanya obyek kajian yang berbeda dengan cabang ilmu pengetahuan alam ( IPA ) lainnya. Obyek kajian biologi meliputi seluruh makhluk hidup yang dibagi menjadi 6 kingdom yaitu :

1.Kingdom Archaeobacteria/ bakteri purba
Merupakan organism yang uniseluler prokariotik, yaitu tidak memiliki membrane inti sel, Memiliki dinding sel, Mempunyai 1 jenis RNA polymerase, Biasanya hidup pada lingkungan ekstrem, seperti daerah dengan kadar garam tinggi, Reproduksi dengan cara pembelahan biner, pembentukan tunas, fragmentasi

2.Kingdom Eubacteria / bakteri sejati
Monera adalah makhluk hidup yang bersel satu (unisel) yang belum terdeferensiasi menjadi jaringan dan tidak mempunyai membran inti (karioteka) sehingga sel bersifat prokariotik. Makhluk hidup yang termasuk Monera adalah Bakteri dan Ganggang Biru (Cyanophyta)
 
3.Kingdom  Protista
Protista adalah makhluk hidup yang bersel satu (unisel) atau bersel banyak (multiseluler) yang belum terdeferensiasi menjadi jaringan dan sudah mempunyai membran sel (karioteka) sehingga sel bersifat eukariotik. Contoh : protozoa dan Ganggang hijau (Chlorophyta)
 

4.Kingdom  Jamur ( Fungi / Mycota )
Jamur adalah makhluk hidup unisel dan multiseluler, tubuhnya tersusun atas benang hifa yang bersifat eukariotik, tidak berkloroplas, berdinding sel dan berkembangbiak dengan spora. Contoh : Jamur merang (Volvariella volvaceae)
   
5. Kingdom Tumbuhan ( Plantae )
Tumbuhan adalah makhluk hidup multiseluler yang bersifat eukariotik, berklorofil, berdinding sel dan sel-sel sudah berdeferensiasi menjadi jaringan dan organ. Makhluk hidup yang termasuk tumbuhan adalah Lumut (Bryophyta), paku-pakuan (Pterydophyta) dan tumbuhan berbunga (Anthopyta/spermatophyta)
   
6.Kingdom Hewan ( Animalia )
Hewan adalah makhluk hidup multiseluler yang bersifat eukariotik, tidak berkloroplas, tidak berdinding sel, dan sel-selnya telah berdeferensiasi membentuk jaringan, organ, dan sistem organ serta umumnya dapat bergerak bebas. Makhluk hidup yang termasuk hewan andalah Porifera, Coelenterata, Vertebrata, dan manusia.
   
Selain keenam kingdom tersebut di atas, biologi juga mengkaji obyek dari kelompok virus yang merupakan organism peralihan antara mahkluk hidup dan mahkluk tak hidup ( benda mati ). Hingga saat ini, virus masih menjadi perdebatan di kalangan biolog. Meskipun demikian obyek yang satu ini justru dikaji secara khusus dalam cabang biologi bernama virology.

 

 

Friday, July 12, 2013

Tumbuhan Lumut ( BRYOPHYTA )

Tumbuhan lumut berwarna hijau karena mempunyai sel-sel dengan plastida yang menghasilkan klorofil a dan b. lumut bersifat autotrof. Lumut merupakan tumbuhan peralihan antara tumbuhan lumut berkormus dan bertalus. Lumut dapat beradaptasi untuk tumbuh di tanah, belum mempunyai jaringan pengangkut, sudah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa.

Batang dan daun tegak memiliki susunan berbeda-beda. Batang apabila dilihat secara melintang akan tampak susunan sebagai berikut selapis sel kulit, lapisan kulit dalam (korteks), silinder pusat yang terdiri sel-sel parenkimatik yang memanjang untuk mengangkut air dan garam-garam mineral; belum terdapat floem dan xilem. Sel-sel daunnya kecil, sempit, panjang, dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala. Lumut hanya dapat tumbuh memanjang tetapi tidak membesar, karena tidak ada sel berdinding sekunder yang berfungsi sebagai jaringan penyokong. Rizoid seperti benang sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap garam-garam mineral.

Struktur sporofit (sporogonium) tubuh lumut terdiri dari: vaginula, seta, apofisis, kaliptra, kolumela. Sporofit tumbuh pada gametofit menyerupai daun. Gametofit berbentuk seperti daun dan di bagian bawahnya terdapat rizoid yang berfungsi seperti akar. Jika sporofit tidak memproduksi spora, gametofit akan membentuk anteridium dan arkegonium untuk melakukan reproduksi seksual.

Reproduksi lumut bergantian antara fase seksual dan aseksual melalui pergiliran keturunan atau metagenesis. Reproduksi aseksual dengan spora haploid yang dibentuk dalam sporofit. Reproduksi seksualnya dengan membentuk gamet-gamet dalam gametofit. Ada dua macam gametangium yaitu arkegonium (gametangium betina) bentuknya seperti botol dengan bagian lebar yang disebut perut, yang sempit disebut leher dan anteridium (gametangium jantan) berbentuk bulat seperti gada. Jika anteridium dan arkegonium dalam satu individu tumbuhan lumut disebut berumah satu (monoesis). Jika dalam satu individu hanya terdapat anteridium atau arkegonium saja tumbuhan lumut disebut berumah dua (diesis).

Lumut yang sudah teridentifikasi mempunyai jumlah sekitar 16 ribu spesies dan telah dikelompokkan menjadi 3 kelas yaitu: lumut hati, lumut tanduk dan lumut daun.

Lumut Hati (Hepaticopsida)
Lumut hati tubuhnya berbentuk lembaran, menempel di atas permukaan tanah, pohon atau tebing. Terdapat rizoid berfungsi untuk menempel dan menyerap zat-zat makanan. Tidak memiliki batang dan daun. Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk gemma (kuncup), secara generatif dengan membentuk gamet jantan dan betina. Contohnya: Ricciocarpus, Marchantia dan lunularia.

Lumut Tanduk (Anthoceratopsida)
Bentuk tubuhnya seperti lumut hati yaitu berupa talus, tetapi sporofitnya berupa kapsul memanjang. Sel lumut tanduk hanya mempunyai satu kloroplas. Hidup di tepi sungai, danau, atau sepanjang selokan. Reproduksi seperti lumut hati. Contohnya Anthocerros sp.

Lumut Daun (Bryopsida)
Lumut daun juga disebut lumut sejati. Bentuk tubuhnya berupa tumbuhan kecil dengan bagian seperti akar (rizoid), batang dan daun. Reproduksi vegetatif dengan membentuk kuncup pada cabang-cabang batang. Kuncup akan membentuk lumut baru. Contoh: Spagnum fibriatum, Spagnum squarosum.

Manfaat lumut bagi kehidupan antara lain: Marchantia polymorpha untuk mengobati penyakit hepatitis, Spahgnum sebagai pembalut atau pengganti kapass, jika Spagnum ditambahkan ke tanah dapat menyerap air dan menjaga kelembaban tanah

Tuesday, June 4, 2013

Komponen Ekosistem dan Peranannya dalam Aliran Energi


Ekosistem dapat diartikan sebagai satu kesatuan antara mahkluk hidup dengan lingkungannya yang saling berinteraksi satu sama lainnya. Juga sering diartikan sebagai hubungan timbal balik atau interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya.  Setiap komponen ekosistem memiliki peran yang berbeda satu sama lainnya.
Di dalam ekosistem alami, energy mengalir dari komponen satu ke komponen lainnya.
Apa peranan masing-masing komponen ekosistem dalam aliran energy ?
Berikut ini adalah rincian komponen-komponen ekosistem dan peranannya dalam aliran energy.

Tabel. 
Komponen
Jenis
Peranan
Ket.
Biotic
Tumbuhan
Produsen/ penghasil bahan makanan bagi mahkluk hidup lainnya


Hewan
Konsumen [ K1, K2, K3 dstnya ]: Herbivore, karnivora, omnivore
Kambing, rusa, belalang, harimau, singa, anjing


Detritivor/scavenger= Menghancurkan/menghaluskan sisa-sisa tumbuhan, hewan
Cacing tanah, rayap

Fungi
Decomposer= menguraikan bahan organic menjadi bahan anorganik


Protista
Produsen
Protista mirip tumbuhan/alga


Konsumen
Protista mirip hewan


Decomposer
Protista mirip jamur

bacteria
Decomposer
Bakteri saprofit
Abiotik
Tanah
Tempat hidup berbagai organism, menyediakan unsure hara


Unsure hara
Sebagai bahan utama sintesis


Air
Media hidup, transportasi,


Cahaya
Sebagai sumber energy utama untuk sintesis, pertumbuhan


Suhu dan kelembaban
Mempengaruhi pertumbuhan, perkembangbiakan, metabolism


Angin
Reproduksi
Penyerbukan, pemencaran alat reproduksi




Friday, May 17, 2013

Beberapa Tipe Asam Ribonukleat [ ARN ]

Asam Ribo Nukleat [ ARN ]

Asam Ribonukleat [ ARN ] dalam bahasa asing disebut Ribonucleic Acid [ RNA ], merupakan asam nukeat seperti halnya ADN / DNA.
Susunan kimia ARN mirip dengan ADN kecuali bahwa ARN mengandung gula ribose. ARN tidak memiliki basa Timin, tetapi memiliki basa Urasil. ARN terdapat dalam bentuk untaian tunggal [ single strand ], bukan untaian ganda [ double strand ].

Tipe molekul ARN

Setidaknya ada 3 tipe molekul ARN yang telah diketahui oleh manusia hingga saat ini. Ketiga tipe ARN dimaksud yakni : ARN tranpor [ ARN t ] atau disebut juga RNA transfer [ tRNA ], ARN duta [ ARN d ] atau disebut juga RNA messenger [ mRNA ] dan ARN ribosom [ ARN r ] yang disebut juga RNA ribosome [ RNA r ]. Masing-masing memiliki peranan yang berbeda dan sangat penting dalam ekspresi gen.
Untuk lebih jelasnya perhatikan table berikut .
               Tabel.1.1. Tipe-tipe ARN dan peranannya
Tipe ARN
Cirri-ciri
peranannya
ARN t
Molekul kecil, terdiri dari 70-90 nukleotida, berbentuk spt daun semanggi, ada beberapa basa yg saling berpasangan, memiliki bagian ujung sbg tempat menempelnya asam amino pecifik, bagian ujung lainnya terdapat triplet nukleotida [ antikodon ], jml 10-15% dari seluruh ARN di dalam sel. Transkripsi dikatalisis oleh RNA polymerase III
Sebagai adaptor antara asam amino dan kodon pada ARN m selama proses translasi
ARN m
Dicetak oleh ADN dlm inti sel pada saat-saat tertentu, ukuran molekul paling besar, jml 5-10% dari seluruh ARN dalam sel, transkripsi dikatalisis oleh RNA polymerase II
Membawa informasi genetic dari ADN dalam bentuk kodon
ARN r
Komponen penting pembentuk ribosom, di hasilkan dari gen khusus [ daerah pengatur nucleolus ] pada kromatin, jmlnya 80% dari seluruh ARN dalam sel. Trankripsi dikatalisis ARN polymerase I
Berinteraksi dengan protein ribosom membentuk struktur kompleks ribosom.

Semua jenis ARN dihasilkan melalui proses transkripsi dengan enzim yang berbeda.
ARNm diterjemahkan menjadi polipeptida specific. Sedangkan produk akhir dari gen yang mengkode ARNt dan ARNr adalah molekul ARN karena kedua ARN ini tidak ditranslasi menjadi protein.